Selasa, 30 Oktober 2012

Konsep Manusia Dalam Islam

Hakikat manusia menurut al-Qur’an ialah bahwa manusia itu terdiri dari unsur jasmani, unsur akal, dan unsur ruhani. Ketiga unsur tersebut sama pentingnya untuk di kembangkan. Sehingga konsekuensinya pendidikan harus di desain untuk mengembangkan jasmani, akal, dan ruhani manusia.
Unsur jasmani merupakan salah satu esensi ( hakikat ) manusia sebagai mana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-baqarah ayat 168 yang artinya “ Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dari bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syuetan itu adalah musuh yang nyata bagimu “
Akal adalah salah satu aspek terpenting dalam hakikat manusia. Akal digunakan untuk berpikir, sehingga hakikat dari manusia itu sendiri adalah ia mempunyai rasa ingin, mempunyai rasa mampu, dan mempunyai daya piker untuk mengetahui apa yang ada di dunia ini.
Sedangkan aspek ruhani manusia di jelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hijr ayat 29 yang artinya “ Tatkala aku telah menyempurnakan kejadiannya, aku tiupkan kedalamnya ruhku.kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud “
Dalam al-quran istilah manusia ditemukan 3 kosa kata yang berbeda dengan makna manusia, akan tetapi memilki substansi yang berbeda yaitu kata basyar, insan dan al-nas.
Kata basyar dalam al-quran disebutkan 37 kali salah satunya al-kahfi : innama anaa basyarun mitlukum (sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu). Kata basyar selalu dihubungkan pada sifat-sifat biologis, seperti asalnya dari tanah liat, atau lempung kering (al-hijr : 33 ; al-ruum : 20), manusia makan dan minum (al-mu’minuum : 33).
Kata insan disebutkan dalam al-quran sebanyak 65 kali, diantaranya (al-alaq : 5), yaitu allamal insaana maa lam ya’ (dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya). Konsep islam selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berpikir, diberi ilmu, dfan memikul amanah (al-ahzar : 72). Insan adalah makhluk yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.
Kata al-nas disebut sebanyak 240 kali, seperti al-zumar : 27 walakad dlarabna linnaasi fii haadzal quraani min kulli matsal (sesungguhnya telah kami buatkan bagi manusia dalam al-quran ini setiap macam perumpamaan). Konsep al-nas menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk social atau secara kolektif. 
 Manusia adalah makhluk hidup yang paling menarik dibandingkan dengan makhluk ciptaan tuhan yang lain.karena hal itulah,pembahasan mengenai manusia telah menjadi sasaran studi sejak dahulu kala. Para ahli telah mengkaji manusia dengan berbagai persepsi.ini terbuki dari banyaknya penamaan manusia dalam ilmu sejarah.misalnya homo sapiens (manusia berakal),homo economicus (manusia ekonomi)dsb. Manusia perlu mengenal dan memahami hakekat dirinya sendiri agar mampu mewujudkan eksistensi dirinya. Pengalaman dan pemahaman ini akan mengantar manusia kepada kesediaan mencari makna dan arti kehidupan,sehingga hidupnya tidak menjadi sia-sia. Dalam pengertian ini dimaksudkan makna dan arti sebagai hamba allah,dalam rangka menjalankan hak dan kewajiban atau kebebasan dan tanggungjawab mencari ridhanya(Hadari Nawawi 1993: 63-64).
Manusia memang makhluk istimewa dibanding jenis makhluk lainnya. Al-quran secara mencolok mengangkatnya sebagai suatu sosok yang unik dalam term-term tertentu seperti; insiyya,anasiyya,unas,ins,insane,an-nas.selain itu,ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa kata adam dapat dkatakan sebagai term yang mewakili manusia (fakh-ruddin,et.al.,1992:7-8).
Di dalam al quran manusia disebut antara lain dengan bani adam (QS al-isra(17:70),basyar (QS al kahfi (18):110),al inan (QS al insan (76):1),an nas (QS an nas(114:1) sesuai dengan isi al quran dan al hadits,berbunyi sbb: surat (al insan) manusia adalah makhluk ciptaan allah yang memiliki potensi untuk beriman kepada allah.selain itu,manusia dan makhluk lain memiliki ciri utama yaitu :
1)      Manusia adalah makhluk yang paling unik.
Hal ini tertuang dalam (QS at Tin : 95)
“Sesungguhnya kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,karena  itu pula, keunikannya dapat dilihat dari bentuk struktur tubuhnya. Betapa maha besarnya allah swt menciptakan makhluk yang paling sempurna.
2)      Manusia memiliki potensi daya/kemampuan yang mungkin dapat dikembangkan.
       Hal ini tertuang dalam (QS al a’raf (7):172 yang berisi:
“sesungguhnya sejak awal,dari tempat asalnya manusia telah mengakui tuhan,telah bertuhan,dan berketuhanan.
3)      Manusia diciptakan allah untuk megabdi kepadanya.
Tugas manusia untuk mengabdi kepada allah dengan tegas dinyatakannya dalam al-quran surat az zariyat (51:56).dengan terjemahan,”tidak kujadikan jin dan manusia,kecuali untuk mengabdi kepadaku
4)      Manusia diciptakan tuhan untuk menjadi khalifah di bumi.hal itu tertuang dalam firman allah dalam surat al baqarah (2):30).yaitu:
 Perkataan “menjadi khalifah” dalam ayat tersebut mengandung makna bahwa allah  menjadikan manusia wakil atau pemegang kekuasaannya mengurus dunia dengan jalan melaksanakan segala yang di ridhainya di muka bumi  ini
5)      Disamping akal,manusia dilengkapi allah dengan perasaan dan kemauan/kehendak).
sesuai dengan surat al-kahfi (18:29) yaitu:“kebenaran itu datangnya dari tuhanmu,barang siapa yang mau beriman hendaklah ia beriman dan barang siapa yang tidak ingin beriman,biarlah ia kafir”
6)      Secara individual manusia bertanggungjawab atas segala perbuatannya
hal ini tertuang dalam surat at-thur (5) yang berbunyi “setiap orang (manusia) terikat”.dalam arti bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya.
7)      Berakhlak
Berakhlak adalah ciri utama manusia dibandingkan dengan makhluk lain.artinya manusia adalah makhluk yang diberi allah kemampuan untuk membedakan yang baik dan yang buruk.berakhlak merupakan komponen ketiga agama islam.kedudukan itu dapat dilihat dari sunah nabi yang mengatakan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar